jump to navigation

METODE UNTUK ANALISA KEBIJAKAN

METODE UNTUK ANALISA KEBIJAKAN

 

  1. Perumusan masalah merupakan aspek yang paling krusial tetapi saling tidak dipahami dari analis kebijakan. Proses perumusan masalah-2 kebijakan kelihatannya tidak mengikuti aturan yang jelas sementara masalah ini sendiri seringkali sangat kompleks sehingga tampak sulit dibuat sistematis.
  2. Para analis kebijakan lebih sering gagal karena mereka memecahkan masalah yang salah dibanding karena mereka menemukan solusi yang salah terhadap masalah yang benar. Kesalahan fatal dalam analisis kebijakan adalah mencari solusi atas rumusan masalah yang salah ketika seharusnya yang dicari adalah solusi atas fomulasi masalah yang benar.
  3. Masalah-2 kebijakan pada dasarnya merupakan system masalah yang saling tergantungan. Karakteristik utama masalah-2 kebijakan adalah saling tergantung.
  4. Isu-2 kebijakan yang nampak sederhana seringkali sama kompleksnya seperti system masalah dari mana mereka berasal. Isu-2 kebijakan merupakan hasil perselisihan sebelumnya tentang hakekat masalah-2 kebijakan yang didasarkan pada interprestasi yang selektif terhadap kondisi masalah.
  5. Tingkat kompleksitas masalah menentukan macam metode dan teknik yang tepat untuk ditetapkan dalam rangka pencarian solusinya. Tingkat kompleksitas masalah dan juga sifat dari kebijakan dan isu ( apakah strategis atau operasional ), berhubung dengan tingkat hirarki dalam organisasi.
  6. Kompleksitas dari struktur masalah bervariasi sesuai dengan karakteristik dan hubungan di antara lima elemen : pembuat keputusan, alternatif, utilitas       ( nilai ), hasil, probabilitas hasil. Masalah-2 yang sederhana, agak sederhana, dan rumit dapat diurutkan menurut tingkat kompleksitasnya.
  7. Banyak dari masalah kebijakan yang sangat penting adalah yang rumit  karena masalah-2 tersebut merupakan suatu system masalah yang benar-2 kompleks yang mengandung konflik yang tinggi di antara para pelaku kebijakan yang saling bersaing. Adalah tidak realistis untuk menganggap adanya satu atau beberapa pembuat keputusan yang mempunyai pilihan yang sama, Konsensus mengenai tujuan adalah jarang dan juga jarang sekali untuk dapat mengindentifikasi seluruh alternatif solusi berikut konsekuensi-2 nya. 
  8. Persyaratan untuk memecahkan masalah-2 yang rumit berbeda dengan syarat untuk memecahkan masalah-2 yang sederhana. Jika masalah-2 yang sederhana memungkinkan digunakannya metode-2 analisis konvensional untuk menghasilkan solusi-2 bagi masalah-2 yang diindefinisikan secara jelas, maka masalah-2 yang rumit mengharuskan analis mengambil bagian aktif dalam mendifinisikan sifat masalah itu sendiri. Hal ini menuntut adanya penilaian dan wawasan yang kreatif.
  9. Analisis kebijakan diarahkan secara seimbang kepada perumusan masalah dan pemecahan masalah. Kretiria untuk mengevaluasi keberhasilan dari rumusan masalah adalah pada dasarnya sama dengan criteria  untuk menilai kreatifitas secara umum. 
  10. Perumusan masalah adalah suatu proses dengan empat tahap yang saling tergantung : penghayatan masalah, pencarian masalah, pendefinisian masalah dan spesifikasi masalah. Tiap-2 tahap tersebut menghasilkan informasi mengenai situasi masalah, meta masalah, subtantif dan masalah formal. 
  11. Masalah-2 subtantif dan formal seringkali merupakan sebuah hasil dari pandangan, ideologi, mitos popular dan paradigma yang belum teruji. Isu yang kritis dalam analisis kebijakan adalah seberapa baik situasi masalah, masalah subtantif dan masalah formal berhubungan satu sama lain. Kurangnya hubungan diantara ketiganya dapat berarti bahwa analis telah melakukan kesalahan tipe ketiga , memberikan representasi subtantif atau formal yang salah dari suatu masalah ketika seseorang seharusnya menyediakan representasi masalah yang tepat.
  12. Setiap tahap merumuskan masalah mengharuskan keahlian yang berbeda sebagian bersifat filosofis dan konseptual sementara lainnya bersifat teknis. Penggunaan keahlian-2 yang berbeda ini dihubungkan dengan perbedaan arti “ rasionalitas “ dalam analisis kebijakan. Rasionalitas bukan sekadar persoalan menemukan representasi formal yang memadai atas suatu masalah melalui penggunaan prosedur teknis ( misalnya model matematis ) tetapi juga berkenaan dengan upaya menemukan representasi konseptual yang memadai atas suatu masalah, yang memerlukan pilihan-2 yang disadari dan kritis terhadap berbagai pandangan, ideology, dan mitos yang saling berlawanan. 
  13. Model-2 kebijakan adalah penyerderhanaan representasi aspek-2 kondisi maslah yang terseleksi. Model-2 kebijakan berguna dan penting, penggunaannya bukan masalah pilihan, semenjak setiap orang menggunakan beberapa model untuk menyederhanakan kondisi masalah. 
  14. Model-2 kebijakan secara selektif menyederhanakan situasi masalah. Model tidal dapat membedakan antara pertanyaan yang penting dan tidak penting, juga model tidapat dapat menjelaskan, memprediksi, mengevaluasi atau mebuat rekomendasi karena penilaian berada diluar model dan bukan bagiannya. 
  15. Dimensi-2 yang paling penting dari model-2 kebijakan adalah tujuan ( deskriptif lawan normative ), bentuk ekspresi ( verbal, simbolis, prosedural ) dan asumsi-2 metodologis ( pengganti lawan perspektif ). Model-2 kebijakan merupakan perspektif dan bukan pengganti, penggunaan model sebagai pengganti meningkatkan probabilitas dalam usaha untuk memecahkan masalah-2 yang rumit. 
  16. Metode-2 untuk merumuskan masalah-2 kebijakan meliputi analisis batasan, analisis klasifikasional, analisis hirarkis, sinektika, analisis perspektif berganda, analisis asumsional dan pemetaan argumentasi. Walaupun tiap-2 metode ini mempunyai tujuan-2, prosedur dan kreteria kinerja yang berbeda, itu diciptakan untuk mengurangi probabilitas. 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: