jump to navigation

aturan2 penerbangan Oktober 4, 2009

Posted by penulis in hukum penerbangan.
Tags:
trackback

Angkutan Udara Internasional. Dalam kegiatan angkutan udara internasional berlaku beberapa ketentuan internasional, antara lain :

a) Konvensi Warsawa 1929 : convention for the unification of certain rules relating to international carriage by air.

b) Protokol The Hague 1955.

c) Konvensi Guadalejara 1961 : convention supplementary to the warsawa convention for the unification of certain rules to international carriage by air perfomed by a person other than contracting carrier.

d) Protokol Guatemala 1971.

e) Konvensi Montreal 1975 (No. 1-4).

f) Montreal Agreement 1966.

g) Konvensi Roma 1952 (convention on damage caused by foreign aircraft to third parties on the surface).

h) Konvensi Montreal 1999.

2. Angkutan Udara Dalam Negeri (Domestik).

a) Tiap-tiap negara dapat menetapkan aturan-aturan yang secara khusus memuat ketentuan-ketentuan tentang angkutan udara di wilayah nasionalnya.

b) Sumber-sumber Hukum angkutan udara RI untuk kegiatan angkutan udara didalam negeri (domestik) antara lain :

  • UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerangan, Bab X, pasal 83-191;
  • Ordonansi Pengangkutan Udara (OPU): Stb. 1939 No. 100;
  • Peraturan Pemerintah (PP) No. 3 Tahun 2000 tentang Angkutan Udara.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: